Setelah menunggu antrian bagasi aku dan rombonganpun segera keluar, menghampiri penjemput yg sudah menunggu ditempat parkir bandara, selama dlm perjalanan aku melihat perkembangan papua yg begitu pesat, banyak gedung megah bertingkat (aku tak menyangka papua seramai ini). 

Kurang lebih 45menit perjalanan dr bandara ke danau sentani (lokasi tempat berlangsungnya desTIKa)  akupun langsung melihat-lihat keindahan danau sentani yang banyak dibicarakan orang,  danau sentani yang begitu luas, cuaca lumayan panas saat itu, dan setelah puas memandang hamparan air danau sentani akupun langsung pasang hammock yg selalu aku bawa kemana-mana (hammock itu tempat tidur yang biasa dibawa para pendaki, yang cukup diikatkan diantara 2 pohon) setelah kupasang diantara tiang gardu pengawasan danau sentani, angin sepoi-sepoi membuat aku terkantuk hingga tertidur, kurang lebih 30menit aku terbangun oleh suaranya mas aris dan pak betri (ki bambang asmoro) dan rekan2 lainnya, rupanya persis dibawah hammockku ada gerombolan anak2 babi yang memang dipelihara oleh warga setempat, aku kaget dan turun dari hammock langsung lari menuju rombongan staf kementrian kominfo,dan setelah anak2 babi dihalau oleh warga setempat aku berbenah bereain hammock dan langsung mencari warung kopi yang ada disekitar danau sentani, dan setelah itu akupun bergabung disekretariat panitia. 

Di sekre mas aris sedang diskusi dengan bung Budiman Sujatmiko sebagai ketua panitia, ki Ronggo Purwoko, mas Eko Suprayitno(Direktur BUMADes Tulangbawang Lampung) dan beberapa org lainnya terlibat dlm diskusi

 sementara aku keluar melihat panitia lokal yang sedang memasang tenda untuk pameran produk desa/kampung,kaget juga sih pertama melihat ada panitia yang bibirnya merah sekali, aku pikir tadinya luka atau terkena besi saat memasang tenda, aku sempet nyari tau kenapa bibirnya merah, setelah dapat informasi,bahwa warga/masyarakat papua punya kebiasaan memakan sirih pinang, yang katanya dengan menunyah sirih pinang akan terbebas dari sakit gigi, gigi menjadi kuat,menambah nafsu makan dan banyak khasiat lainnya, akupun segera meluncur ke warung untuk mencoba sirih pinang, namun setelah dicoba kerasnya minta ampung, aku hanya dapat merasakan kesat dan sedikit panas, mungkin karena pengaruh kapur, ada beberapa staf kominfo juga yang mencoba memakan sirih pinang kulihat pak betri yang sedang mencoba memakan pinang, alhasil buah pinangnya gak bisa digigit.

Tak terasa waktu telah menunjukan pukul 16:00 datanglah pak bayu dan mba karni, setelah ngobrol beberapa saat akhirnya diputuskan utk mengelilingi danau sentani dengan perahu yg sudah tersedia, dan perahu yg kami tumpangi melaju dengan cepatnya, cuaca wkt itu terang benderang, tapi anginnya begitu kencang,sehingga bajupun basah oleh percikan ombak, dan perahupun oleng oleh ombang yang besar, satu jam sudah kami mengelilingi danau sentani, dan setelah itu kami berempat menuju warung kopi untuk sekedar menghangatkan badan yang kedinginan,dan kamipun menikmati kopi lokal, diwarung itu tidak hanya menyediakan kopi tapi juga memajang aneka ragam produk kerajinan khas papua noken diantaranya, noken itu berupa tas/kantong yg terbuat dari tumbuhan dan biasanga yang diambil adalah kulit kayu, selanjutnya dianyam dan dijadikan tas/kantong digunakan sebagai tempat barang dan harganyapun beragam, mungkin anda pernah lihat org papua sedang membawa kantong dikepalanya itulah yang dinamakan noken

Bersambung…………………….